Language | Indonesian | English Search
 
GHS Practical Training
Aug 13, 2007

Berlangsung dinamis dan kreatif. KN-RCI bantu anggota agar siap implementasi GHS tahun 2008.

Jakarta (NL July 2007)
Berdasarkan hasil “Internal Survey - KN-RCI Barometer 2007” ada 3 hal utama yang dirasakan manfaatnya bagi anggota KN-RCI 9responden) yaitu Training & Workshop (70%), Company Visit (60%) dan Verifikasi (53%). Menanggapi harapan anggota ini, penyelenggaraan training dan workshop sesuai dengan prioritas kebutuhan anggota, perlu ditindak lanjuti. Salah satu diantaranya adalah training unruk persiapan penerapan Globally Harmonized System.

GHS akan diberlakukan mulai tahun 2008, berarti hanya dalam hitungan bulan saja. Sementara ini industri kimia bahkan di kalangan anggota KN-RCI banyak yang belum mengetahui apa itu GHS, apa menfaatnya, mengapa GHS perlu, bagaimana cara penerapannya, dan seterusnya. Untuk menjawab tantangan ini, KN-RCI menyelenggarakan “GHS Practical Training” selama 3 hari penuh, pada tanggal 24-26 Juli 2007 di hotel Aston Atrium Jakarta. Training ini setara dengan GHS Training & Workshop Intermediate Level yang diadakan oleh JETRO dan AOTS. Training dan Workshop GHS yang dirancang dan dilaksanakan sendiri oleh KN-RCI dengan menggunakan internet untuk latihan pencarian data dalam klasifikasi bahan kimia ini, tidak berlebihan jika sebagian instruktur berpendapat setara dengan Advance Level.

Dalam pidato pada acara pembukaan training, Ketua Presidium KN-RCI, Frank Moniaga menegaskan bahwa perlu dicatat, Indonesia lebih maju selangkah dibandingkan negara-negara tetangga dikawasan ASEAN, karena telah mampu menyelenggarakan paket training yang dirancang dan dilaksanakan sendiri ini dengan menggunakan exercise data langsung dari internet. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut dari komitmen 8 instruktur GHS yang telah disertifikasi dari hasil mengikuti trainining di AOTS Tokyo pada tahun 2006 yang lalu.

Acuan utama dari training GHS adalah “PURPLE BOOK” yang diterbitkan oleh Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB). Pada hari pertama, materi training dirasakan cukup berat karena membahas definisi-definisi dan pemahaman dasar mengenai bahaya fisik (physical hazard), bahaya kesehatan (health hazard) dan bahaya lingkungan (environmental hazard). Namun pada hari kedua dan ketiga, peserta mulai “asyik” dengan latihan-latihan.

Pembukaan GHS Practical Training, tanggal 24 Juli 2007 di Hotel Aston Atrium Jakarta

Patut diacungi jempol, ternyata semua instruktur berkesimpulan bahwa training ini telah berlangsung sangat dinamis, kreatif bahkan banyak peserta yang memberi masukan konstruktif dan ternyata pemahaman klasifikasi bahan kimia versi GHS berkembang hingga perlu dicermati, dipelajari dan dikonsultasikan kepada para ahli yang kompeten. Hal ini bukanlah suatu kendala karena kita memiliki “networking” atau jaringan GHS yang luas secara internasional, sehingga solusinya selalu ada.

Direktur Industri Kimia Hulu, Ir. Hari Slamet Widodo mewakili Dirjen Industri Agro dan Kimia Dep. Perindustrian menekankan bahwa dalam dalam era globalisasi, klasifikasi, pelabelan dan penerapan Lembar Data Keselamatan (Safety Data Sheet) versi GHS suka atau tidak suka, industri kimia Indonesia harus siap.

Pembukaan training diresmikan oleh Prof. Dr. Ir. Dedi Fardiaz, Deputi Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) yang juga sebagai Koordinator Nasional untuk Implementasi GHS. Dalam sambutannya, Prof. Dedi menyampaikan penghargaan dan terima kasih atas peran aktif KN-RCI yang mendukung dan turut melaksanakan sosialisasi GHS bersama-sama Tim Nasional GHS lintas sektoral. Bahkan KN-RCI telah berperan aktif sejak pengenalan GHS pada tahun 2003 berlanjut tahun 2004 – 2006 menyelenggarakan Training & Workshop GHS Basic, Intermediate dan Advance Level bekerja sama dengan JETRO dan AOTS Jepang.

Peserta training berfoto bersama para instruktur, ketua presidium KN-RCI dan para undangan dari Dep. Perindustrian, Badan POM dan JETRO.

Kini KN-RCI telah mampu merancang dan melaksanakan sendiri Training yang setaraf dengan standar training GHS internasional. Sekali lagi disampaikan apresiasi dan terima kasih untuk KN-RCI, agar training semacam ini terus dilanjutkan dimasa yang akan datang. Demikian Pak Dedi menutup sambutannya.

Penyelenggaraan ini didukung sepenuhnya oleh Departemen Perindustrian dan Badan POM, didanai (70%) oleh KN-RCI dan selebihnya kontribusi peserta sekitar 30% . Training GHS ini diikuti oleh 25 peserta berasal dari anggota KN-RCI (21 peserta), dari Dep. Perindustrian, Dep. Tenaga Kerja, Badan POM dan Universitas Indonesia masing masing 1 peserta.

Latihan klasifikasi bahan kimia menggunakan data langsung internet.

Setelah mengikuti training, para peserta diharapkan dapat menerapkan Klasifikasi minimal untuk single substance, Pelabelan dan Penyusunan SDS di masing masing perusahaan, serta ”menularkan / sharing” untuk sesama industri. Bagi peserta dari instansi pemerintah, hasil training ini diharapkan dapat membekali dan meningkatkan kompetensi masing-masing sebagai pendorong, fasilitator maupun dari sisi regulator. (SZ)

Download this article (pdf)

You are visitor number:
countercountercountercountercounter