Language | Indonesian | English Search
 
“New ICIC” kini aktif kembali
Mar 21, 2008

……. “New ICIC” kini aktif kembali ……….
Indonesian Chemical Industry Council (ICIC)

Sebagian dari kita tentu tidak asing dengan organisasi Indonesia CIC atau ICIC. Setelah cukup lama tidak terdengar kiprahnya, kini ICIC akan segera aktif kembali dibawah kepemimpinan Bapak Ir. Hidayat Nyakman, MA., MSc

ICIC adalah kependekan dari Indonesian Chemical Industry Club, sekarang berubah menjadi Indonesian Chemical Industry Council, namun singkatannya tetap, ICIC. Sebagai organisasi asosiasi industri kimia Indonesia, ICIC adalah mitra pemerintah dan KADIN. ICIC didirikan pada tahun 1976 sejalan dengan pertumbuhan industri kimia, dengan tujuan utama mewakili kepentingan Indonesia pada forum ASEAN Chemical Industry Club (sekarang menjadi ASEAN Chemical Industry Council) Keberadaan ICIC ditunjang oleh tidak kurang dari 14 asosiasi produsen kimia dan perusahaan yang memproduksi produk kimia sebagai full member dan traders atau eksportir & importir produk kimia sebagai associate member dan anggota kehormatan.

Fakta penting sejarah:
ICIC lahirkan KN-RCI

ICIC adalah bagian dari sejarah penting yang tak terpisahkan bagi lahirnya Komite Nasional Responsible Care Indonesia (KN-RCI) pada 23 Oktober 1997. Persiapan pembentukan KN-RCI dirintis oleh Bapak Rahman Subandhi sebagai Chairman ICIC sealam 2 periode (1986 – 1996), selanjutnya untuk mendapat pengakuan KN-RCI di forum internasional dalam hal ini sebagai anggota RCLG-ICCA, proposal diajukan oleh ICIC Chairman yang waktu itu dijabat oleh Bapak Zaenal Soedjais, Presiden Direktur PT Asean Aceh Fertilizer (AAF).
Kini ”New ICIC” dibawah kepemimpinan Bapak Hidayat Nyakman siap melaksanakan visi dan misi industri kimia indonesia untuk kepentingan nasional dan berperan di forum regional ASEAN, Asia Pacific dan internasional. Tentu ini menjadi harapan dari industri kimia di Indonesia dan pemerintah.

Revitalisasi ICIC
Di masing-masing negara anggota RCLG (kecuali Korea Selatan), asosiasi nasional (Responsible Care Council) adalah bagian atau unit dari asosiasi industri kimia nasional. Oleh karenanya revitalisasi ICIC bagi KN-RCI adalah penting; tanpa ICIC kemungkinan besar KN-RCI belum terbentuk dan berkembang hingga seperti sekarang ini.


Dirjen Industri Agro dan Kimia, Bapak Ir. Benny Wahyudi memimpin rapat ICIC di Departemen perindustrian. Salah satu keputusan penting dalam pertemuan 22 Februari 2008 tersebut adalah bahwa di Indonesia hanya ada satu wadah asosiasi industri kimia. Badan Kerjasama Industri Kimia (BKS-Inkim) dan ICIC adalah satu atau tetap menjadi satu organisasi.

Ir. Hidayat Nyakman sedang menyampaikan penjelasan mengenai “New ICIC” dalam pertemuan yang diprakarsai oleh Direktorat Jenderal Industri Agro dan Kimia, Dep. Perindustrian dihadiri oleh tidak kurang dari 50 undangan dari Kadin, asosiasi industri kimia dan KN-RCI serta jajaran Dep. Perindustrian serta para mantan Dirjen Industri Kimia.

Fungsi dari KN-RCI yang lebih fokus pada masalah Safety, Health and Environment (SHE) tidak mungkin dapat menggantikan peran yang lebih luas dari asosiasi industri kimia. Untuk itulah sejak tahun 2005 KN-RCI dengan sukarela menjadi anggota Tim Perumus Revitalisasi ICIC yang secara tidak resmi dibentuk oleh Dirjen Industri Agro dan Kimia, beranggotakan para wakil dari beberapa asosiasi dan Kadin dan dari Departemen Perindustrian sendiri.

Latar belakang
Selain untuk menghidupkan kembali peran ICIC di forum nasional, regional ASEAN, Asia-Pacific dan internasional, ada tiga hal penting yang mendasar dan sebagai latar belakang revitalisasi ICIC:

  • Globalisasi memaksa industri menyiapkan langkah strategis menghadapi pasar bebas serta kerjasama bilateral/multilateral, guna mempertahankan kepentingan nasional industri kimia.
  • Pentingnya konsolidasi dan peningkatan koordinasi antar asosiasi dalam lingkup industri kimia di Indonesia guna mengembangkan serta memajukan industri nasional,
  • Himpunan asosiasi industri kimia di Indonesia diperlukan sebagai mitra pemerintah dalam penyusunan, pelaksanaan serta pengamatan kebijakan industri nasional.

Peserta rapat yang hadir dalam pertemuan tanggal 22 Februari 2008 di Departemen Perindustrian Jakarta terdiri atas para wakil dari KADIN dan asosiasi industri kimia dan dari KN-RCI,

Harapan
“New ICIC” direncanakan menjadi wadah (council) beberapa asosiasi industri untuk peningkatan peran masing-masing, meliputi: industri agrokimia & pupuk, petrokimia & petroleum products, oleo chemicals, biofuels, basic chemicals & allies products, specialty chemicals, surface coating chemicals, traders & logistic providers dan produsen MIGAS. Responsible Care (KN-RCI) akan menjadi bagian pentng dalam struktur organisasi ICIC. (by SZ)

You are visitor number:
countercountercountercountercounter